Bianglala Bintang

Bukan kuda di awan tapi bianglala bintang yang terang

Di dunia mimpi
Monyet kecil dan pisangnya
di tebing kosong, yang putih
di balik senja yang semakin senja
di balik keributan ratusan camar
–ratusan mimpi
–ratusan bayang
di cermin hitam tak berbayang

Bukan kuda di awan tapi bianglala bintang yang tak lagi terang
Hanya bintang yang lelah, letih dan sedih

Aku terdiam di bangku taman bagai di bangku sidang yang usang
di ruang penuh sarang laba-laba
dinding yang tak lagi cerah
hanya beratap bambu
beralaskan pasir yang getir;
pasir-pasir yang tetap bersinar disapu cahaya matahari dini hari.

Denpasar, 2000
Komang Ira Puspitaningsih

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s