Kamu bertanya padaku, kenapa aku tidak seperti orang2 lain yang takut akan kematian.
Aku hanya menjawab dengan senyuman.
Dalam pikiranku, mungkin itulah yang seharusnya terjadi, di waktu-waktu sebelum ini. Jauh sebelum aku mengenalmu, di dunia ini.
Mungkin seharusnya kamu membenci ku karena aku begitu dekat dengan hal yang kamu benci itu.

Sesuatu akan datang, dan tak akan bisa kuhindari.
Semua ada waktunya. Siap atau tidak. Suka atau tidak suka.
“Kenapa menurutmu harus ada yang takut pada kematian?” tanyaku padamu.

“…mungkin karena aku adalah kebohongan yang indah, dan kematian adalah kenyataan yang pahit…” jawab kehidupan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s